|
PENTINGNYA PERBAIKAN KESEHATAN TANAH UNTUK PENGENDALIAN BUSUK PANGKAL BATANG (BSR) PADA PEMBIBITAN TANAMAN KELAPA SAWIT |
|
|
|
|
Oleh: M. Sariah and H. Zakaria, Department of Plant Protection, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor,Malaysia.
Diterjemahkan oleh: Syarif Bastaman
Pendahuluan
Penyakit busuk Pangkal batang (BSR) pada kelapa sawit, yang disebabkan oleh jamur Ganoderma, diakui sebagai penyakit yang sangat serius selama bertahun-tahun dan menyebabkan kerugian ekonomi yang amat parah selama 10-20 tahun terakhir. Kerugian ini cenderung akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pengendalian yang dapat dilakukan dewasa ini hanyalah sebatas menyingkirkan sisa batang-batang dan tunggul kelapa sawit yang busuk guna menghilangkan sumber inokulum Ganoderma di lapangan terutama untuk penanaman kelapa sawit berikutnya. Penyakit ini diduga menyebar melalui perakaran yang terinfeksi ke perakaran yang lain dimana miselia jamur Ganoderma berkembang. Walaupun sekarang ini tehnik replanting dengan cara clean clearing dianggap paling praktis dalam mengendalikan penyakit BSR dibanding teknik lainnya namun insiden penyakit ini masih tetap tinggi.
Demikian juga penggunaan cover crop kacang-kacangan yang dianggap mampu mempercepat proses pembusukan sisa-sisa batang sawit dan mampu menurunkan serangan Ganoderma ternyata masih diragukan (Dharmaputra dkk., 1994). Hasan dan Turner (1994) menyatakan bahwa teknik clean clearing ternyata belum maksimal untuk mengendalikan penyakit BSR ini, walau telah menambah peningkatan perlakuan terhadap kedalaman tanah. Pengendalian penyakit BSR dengan cara kimia di lapangan ternyata tidak efektif dan tahan lama walau hasil penelitian pada skala laboratorium terbukti efektif dalam mengatasi Ganoderma (Hashim, 1990; tahun 1996,). Demikian juga penggunaan fungisida sistemik telah gagal dalam mengatasi jamur ini (Loh, 1976; Jolland, 1983). Pemberian perlakuan kimia hanya efektif apabila pemberiannya tepat pada bagian jaringan tanaman yang terinfeksi. Hal ini menyulitkan untuk menempatkan fungisida kimia pada titik pusat infeksi tersebut karena luka infeksi umumnya memiliki ukuran yang besar dan luas. Luka infeksi umumnya ditemukan pada pangkal batang, pada saat penyuntikan fungisida dengan menggunakan alat suntikan bertekanan tinggi harus diarahkan tepat ke titik pusat infeksi mengarah lurus ke arah tanah. Dari hasil penelitian baru-baru ini diperoleh hasil bahwa penyuntikan dengan fungisida sistemik Triadimenol ke dalam batang kelapa sawit terinfeksi membuat tanaman memiliki umur ekonomi yang bertambah 52 bulan sejak gejala BSR muncul pertama kali (Chung, 1991). Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Ariffin (1994) menyatakan bahwa pemberian fungisida sistemik (Tridemorph dan Dazomet) dengan suntikan bertekanan mampu membatasi penyebaran infeksi BSR dan ia menyimpulkan bahwa bahan kimia yang disuntikan tersebut harus mengalir langsung dari batang ke arah akar di dalam tanah.
|
|
Selanjutnya...
|
|
BERITA DARI SIMPOSIUM NASIONAL & LOKAKARYA GANODERMA
“Sebagai Patogen Penyakit Tanaman & Bahan Baku Obat Tradisional”
(IICC Bogor, 2-3 November 2011)
Selama penyelenggaraan simposium yang diadakan di IPB International Convention Center pada 2-3 November lalu, PT Mitra Sukses Agrindo (PT MSA) berpartisipasi penuh dalam mengikuti simposium maupun eksebisi yang bertempat di sekitar venue simposium.
PT MSA secara sungguh-sungguh menyerap permasalahan yang timbul dari kekhawatiran para stakeholder yang terlibat dalam industri perkebunan kelapa sawit dan menjadi bagian dari solusi yang mereka hadapi dalam mengatasi ancaman Ganoderma.
Pengunjung pertama di booth eksebisi PT MSA dengan produk andalannya Biofungisida Pukon dan Pupuk Organo Hayati Pukon adalah Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA yang menunjukkan apresiasinya terhadap produk unggulan tersebut dalam mengantisipasi perkembangan industri perkebunan kelapa sawit sekaligus membawa solusi terhadap permasalahan Ganoderma.
Selama penyelenggaraan eksebisi, booth PT MSA adalah yang paling banyak menyita perhatian pengunjung dan peserta simposium. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari topik acara yang membicarakan tentang ancaman Ganoderma sementara di sisi lain PT MSA menghadirkan solusi terpercaya dengan produk Biofungisida Nogan yang tidak hanya unggul karena berbahan aktif tiga sekawan Trichoderma yang saling sinergi untuk menangkal, mencegah, dan memberikan pertahanan untuk mengggempur serangan Ganoderma pada kelapa sawit, namun sangat aplikatif mengingat Biofungisida Nogan berbentuk powder yang dapat langsung di aplikasikan dengan hanya menaburkannya disekitar area perakaran tanaman kelapa sawit dengan kontribusi biaya Nogan hanya sekitar 4-8% terhadap biaya perawatan kelapa sawit sedangkan kontribusi biaya Nogan pada pembibitan hanya ± 2% saja.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Halaman 1 dari 10 |